Tidak ada yang lebih baik di dunia ini selain dicintai.
Sou desu ka.........
Yup, bukan hanya oleh seseorang yang memang kita "tuntut" untuk mencintai kita karena ijab qabul yang sakral itu, tetapi juga oleh orang-orang yang ada di depan rumah, di gang sebelah, tukang doorsmeer sepeda motor langganan, pemilik kedai sampah di seberang jalan, tukang buah di samping gang, dan tentu saja dengan orang-orang yang mau tidak mau harus berinteraksi dengan kita dari senin sampai jum'at di tempat kerja.
Iee.......
bukan berarti kita mencintai dengan persepsi bahwa harus memiliki (seperti yang kita lakukan pada pasangan), namun mencintai dalam arti sesungguhnya cinta; kepedulian dan empati. Tidak benar juga bahwa kita mencintai orang-orang di atas yang notabene juga punya pasangan hidup.
Dulu aku selalu punya pertanyaan klise: seperti apa rasanya dicintai?
Pertanyaan yang muncul akibat rasa tidak disukai-yang awalnya oleh beberapa orang-teman-teman kampusku dulu. Dan aku dengan kemampuan keceriwisan yang aku punya selalu wara-wiri bertanya ke teman-teman 1 kos-an ku di Harmonika 8; seperti apa sih rasanya dicintai?
Sebagian besar menjawab klise; terasa indah, pasti menyenangkan, hari-hari terasa berbunga-bunga, dan lain-lain yang tentu saja bukan membuatku merasakan keindahan cinta, tapi justru membuatku sedikit eneg membayangkan jika suatu saat aku juga harus memiliki rasa itu.
Tetapi salah satu dari mereka yang memiliki karakter dengan tingkat ketenangan yang memukau menjawab dengan kalem ketika kusodorkan pertanyaan yang sama. Dengan cool beliau menjawab: "Hidup baru, dicintai akan membuat kita memperoleh hidup baru". Aku langsung menjabat tangannya tanda setuju dengan jawabannya.
Hidup baru..................
Dan aku merasa indahnya dicintai sejak 2 bulan yang lalu. Sedikit terlambat mengingat usiaku yang menginjak kepala tiga, tapi tentu saja lebih baik daripada tidak sama sekali.
New life.............
Tidak ada komentar:
Posting Komentar